Minggu, 03 November 2019

LAA ILAAHA ILLALLAH



1.AKAL

- Diciptakan dari materi Alam barzah
- Berkedudukan pada jaringan otak
- Warnahnya Biru
- Sifatnya Dingin atau beku
- Fungsi, Berfikir, Menganalisa
- Daya jangkau sinarnya, sampai ke Alam Barzah
- Watak azali, Tunduk kepada Allah atau berpihak kepada kebenaran

2.NAFSU

- Diciptakan dari materi Api
- Berkedudukan pada Jakun
- Warnahnya, Merah
- Sifat, Panas
- Fungsi, semangat (penyemangat)
- Daya jangkau sinarnya, sampai kealam Jin
- Watak azali, Ingkar kepada Allah, Tamak, Sombong

3.HAYAT

-Diciptakan dari materi Surga (Buah khuldi) yg dimakan Adam & Hawa
-Berkedudukan pada jaringan Plasenta atau Pusar
-Warnahnya Hijau
-Bersifat, Sejuk
-Fungsi, Pertumbuhan pada jasad, mengaktifkan kerja organ tubuh, memperbaiki kerusakan pada organ tubuh, Gerak refleks, Perlindungan organ tubuh dari hal yg membahayakan
-Daya jangkau sinarnya, Sampai Alam Auliyah
-Watak azali tunduk kepada Allah

4.RUH

-Diciptakan dari Nur ( Refleksi Nurullah)
-Berkedudukan pada Qolbi atau Jaringan Hati
-Warnahnya Kuning ( karena teradiasi oleh Ilmu)
-Bersifat, Muthmainnah, Tenang atau Kosong
-Fungsi, Indra
-Daya jangkau sinarnya, sampai Alam malakut
-Watak azali, Tunduk kepada Allah, Keterangan Karena Allah bersifat Witir (ganjil) Maka diberikan satunya lagi agar menjadi 5

5.ILMU

- Bukan materi ciptaan (Refleksi Sirrullah)
- Berkedudukan, Membungkus Ruh
- Warnahnya, Bening
- Bersifat Kosong
- Fungsi, Mencipta, Merusak, Memperbaiki, Menguasai, Menyembuhkan
- Daya jangkau sinarnya, Sampai Sirrullah
- Watak azali Sifatullah

JIWA Sebutan dalam proses perjalanan-nya:

- Berawal dari Noktah = Roh Nabati
- Segumpal darah = Roh Jamadi 
- Segumpal daging = Roh Wajdi .
- Bergerak = Roh Hayati 
- Dilahirkan = Roh Hayawani 
- Menyusu = Roh Nafsani 
- Berbicara = Roh Insani 
- Berakal = Roh Nurani 
- Remaja = Roh Ruhani 
- Dewasa = Roh Rahmani 
- Berumur 40 tahun = Roh Jamali 
- Sudah tua = Roh Kulli 
- Mati (ma’nawi) = Roh Ma’nawiah 
- Di dalam kubur = Roh Rabbani 
- Bangkit dari kubur = Roh Illahiyah 
- Mengenal salah satu dari itu = Roh Ruhul Arwah
- Semua ini mengikuti ROH IDHAFI dan terhimpun pada kalimah LAA ILAHA ILLA ALLAH

LA : alam ahad = kulhuwallahu ahad
ILAHA : alam wahdah = allahu samad
ILLA : alam wahidiah = lam yalid
ALLAH : alam ruh = walam yulad
MUHAMMAD : alam mitsal = walam yakulahu
RASUL : alam ajsam = kufuan
ALLAH : alam insan = ahad

Dulu dirimu Allah, sekarang Allah dan kembali pun kelak tetap Allah, Dan rahasia innalillahi wa ina ilaihi... nyata jika paham yang diatas,,, Tiada lagi antara kita dan Allah sirr... Kita sifat dan Aku dzat

1.Ahadah-Alam Lahut-Martabat Zat 
2.Wahdah-Alam Jabarut - Martabat Sifat 
3.Wahdiah-Alam Wahidiah - Martabat Asma 
4.Alam Roh-alam Malakut-Martabat Afaal 
5.Alam Misal - Alam Bapak
6.Alam Ijsan-Alam Ibu 
7.Alam Insan - Alam Nyata

HAMBA ALLAH ITU ORANG YANG MENYADARI : 

Kekuatannya Kekuatan Allah, kehendaknya Kehendak Allah, pengetahuannya pengetahuan Allah, Segala apa yang dimilikinya milik Allah, termasuk dirinya, akunya, dan wujudnya, Yang hidup itu Allah, yang beraktifitas itu Allah, yang punya wujud juga Allah, Ruhnya Ruh Allah, dirinya Diri Allah, akunya Aku Allah dan Aku yang sebenarnya (Ana al-Haqq) itu Allah.

HANYA ALLAH YANG MENJADI KEKASIH ALLAH, HANYA ALLAH KEKASIH ALLAH YANG MENJADI KHALIFAH-NYA, HANYA ALLAH YANG RINDU ALLAH HINGGA AKHIR MASA.

Alloohummaghfirlii khothiiatii wajahlii, wa isroofii fii amrw, wamaa annta a'lamu bihi minnii. Alloohummaghfirlii jaddii wahazlii, wa khothoii, wa 'amdi, wa kullu dzaa lika 'inndii. Alloohummaghfirlii maa qoddamtu, wa maa akhkhortu, wa maa asrortu, wa maa a'lanntu, wa maa annta a'lamu bihii minnii anntal muqoddim«, wa anntal muakhkhirw, wa annta 'alaa kulli syai ing qodiir.

Artinya : "Ya Allah ampunilah aku yakni kesalahanku, kebodohanku, keterlaluanku dalam segala hal, serta apa pun yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Ya Allah ampunilah aku yakni dosa yang telah lalu, dosa yang akan datang, dosa yang aku lakukan dengan sembunyi-sembunyi, dosa yang aku lakukan dengan terang-terangan, dan segala dosa yang mana Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkau adalah Dzat yang mendahulukan, dan Engkau adalah Dzat yang mengakhirkan, serta Engkau adalah yang mengetahui segala sesuatu.

Yang bernama "DIRI" itu terbagi 2 bagian :

- Diri Lahir 
- Diri Bathin 

DIRI Lahir (jasmani/fisik) itu berasal dari Anasir ADAM yaitu :

Api         
Angin            
Air           
Bumi

“Api” itu berasal dari yang bathin, berhuruf "Alif" bernama “Zat” menjadi rahasia hurufnya “Darah” pada kita.¨     

“Angin” itu berasal dari yang bathin, berhuruf “Lam Awwal” bernama "Sifat" menjadi "nyawa" hurufnya “Nafas” pada kita.¨      

“Air” itu berasal dari yang bathin, berhuruf "Lam Akhir" bernama “ Asma’ “ menjadi "Hati" hurufnya “Mani” pada kita.

“Bumi” itu berasal dari yang bathin, berhuruf “Ha” bernama “Af-al” menjadi "Kelakuan" hurufnya ”Tubuh” pada kita.    

Jadi jika demikian DIRI kita yang lahir (jasmani) itu, berasal dari Bayang-bayang DIRI kita yang bathin yg juga berhuruf (berkalimah) “ALLAH” 

Sesudah kita mengetahui DIRI yang lahir (jasmani), hendaknya kita mengetahui juga DIRI kita yang bathin, sebab DIRI yang bathin itulah yang bisa mengenal Tuhannya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW :

"Barang siapa akan mengenal dirinya, maka akan dikenalnya Tuhannya".    

siapa.. yang mana ??

Sebelum kita mengenal DIRI kita yang bathin, hendaklah terlebih dahulu kita matikan (fanakan) DIRI kita yang lahir yang berwujud nama Allah itu seperti yg disabdakan oleh Nabi SAW :

"Matikan dirimu sebelum kamu mati."

Jika sudah mati (fana) diri kita yang lahir itu, barulah akan Nyata diri kita yang bathin, yang disebut "sebenar-benarnya diri".    

Cara mematikan DIRI yang lahir itu adalah dengan manafikan huruf-hurufNYA : 
Alif   Lam   Lam   Ha.

Jadi jika DIRI kita yang lahir itu nyata sudah fana, maka itu berarti bhw DIRI kita sekali-kali tidak ada lagi.. ~> berarti diri kita yang lahir ini sudah Lebur/Lenyap pada diri yang bathin.

Artinya: Dari tiada menjadi tiada, dan dari ada kembali menjadi tiada.. 

Maksudnya, 
Diri yang lahir ini sehelai rambut-pun tidak mempunyai ada lagi dan tidak boleh dikatakan ada pada ilmunya, hanya diri yang bathin yang bernama Muhammad seperti tersebut dalam hadits Qudsi : 

"Kujadikan engkau (ya Muhammad) karena aku, dan kujadikan sesuatu karena engkau".    

Jadi jelaslah, bahwa yang bernama Muhammad itulah sebenarnya diri yang bathin..  

Jd hendaknya kita jangan ragu dan bingung lagi, karena Muhammad itulah yang mempunyai Tubuh, Hati, Nyawa, dan Rahasia.

¨  Tubuh Muhammad itulah yang bernama Alam Insan yakni Syari’at.

¨  Hati Muhammad itulah yang bernama Alam Jisim yakni Thariqat.

¨   Nyawa Muhammad itulah yang bernama Alam Misal yakni Haqiqat.

¨  Sirr Muhammad itulah yang bernama Alam Ruh yakni Ma’rifat.    

Jika sudah demikian... 
hendaklah Muhammad itu pula yang mengenal Tuhannya, akan tetapi Muhammad belum bisa mengenal Tuhannya sebelum fana Tubuhnya, Hatinya, Nyawanya, dan Rahasianya.. (Zatnya, Sifatnya, Asma’nya, Af-alnya).

Firman Allah : 
"Katakan olehmu (Muhammad) bahwasanya Allah ta’ala itu Esa : Esa pada Zatnya, Esa pada sifatnya, Esa pada Asma’nya, Esa pada Af-alnya." 

Firman Allah : 
"Serahkan dirimu hai (Muhammad) pada Tuhan-mu yang hidup dan tiada mati".    

Mengenai Muhammad menyerahkan dan meng-esakan diri kepada Allah seperti yg diuraikan dibawah ini shg jangan ragu dan bingung lagi terhadap perkataan DIRI.

¨  Bathin Muhammad adalah Zat pada Allah, Rahasia kepada hamba.

¨   Awwal Muhammad adalah Sifat pada Allah, Nyawa kepada hamba.

¨   Akhir Muhammad adalah Asma’ pada Allah, Hati kepada hamba.

¨   Zahir Muhammad adalah Af-al pada Allah, Tubuh kepada hamba.

¨    Yang disebut hamba itu tidak lain dari pada Muhammad dan jangan sekali-kali disangka hamba itu adalah kita, karena kita ini pada ilmunya sudah tidak ada lagi .    

Jadi....,
Rahasia - Nyawa - Hati - Tubuh - Muhammad itupun tidak ada juga.. karena sudah fana pada zat-nya, sifat-nya, asma’nya, af-alnya yakni Allah Ta’ala juga adanya.

Firman Allah didalam Al-Qur’an :

"Allah juga Tuhan yang awwal tiada baginya permulaan, dan DIA juga yang akhir yang tiada bagiNYA berkesudahan, dan DIA juga yang Zahir, serta DIA juga yang Bathin.

Jadi...,
kita/tubuh kita yang kasar ini, pada haqiqatnya/ilmunya fana kepada Maqam Baqa’ (fana kepada Allah juga adanya) yaitu fana fillah dan Maqam Billah.

¨   Segala perbuatan adalah perbuatan Allah, si hamba sama sekali tidak memiliki perbuatan.

¨      Segala asma’ pada hakekatnya adalah Asma’ Allah

¨      Nur Nabi kita Muhammad SAW. dari Nur Zat Allah Ta’ala, sekian banyak mahluk dan segala sesuatu dijadikan dari padanya.

¨      Segala sifat pada hakekatnya adalah sifat Tuhan yang ada pada hamba adalah makna wujudNYA.

Itulah … 
orang-orang yang sebenar-benarnya ma’rifat kepada allah.